PEPO.id - Film Assalamualaikum Beijing 2 hadir sebagai drama religi terbaru yang mengangkat kisah cinta lintas negara, budaya, dan keyakinan. Disutradarai oleh Guntur Suharianto dan diadaptasi dari novel karya Asma Nadia, film ini menyuguhkan cerita baru yang berbeda dari pendahulunya, meskipun masih dalam semesta yang sama.

Kisah berpusat pada sosok Rania Angelina, seorang jurnalis TV yang memutuskan menjadi mualaf demi mengejar cinta seorang pria bernama Arif. Setelah memeluk Islam, Rania mengganti namanya menjadi Aisyah, sebagai simbol identitas dan awal perjalanan spiritual barunya.

Perjalanan Aisyah dimulai saat ia melakukan peliputan ke wilayah Ningsia, Tiongkok. Bersama dua temannya, Ev dan Victor, Aisyah juga bermaksud memberi kejutan ulang tahun kepada Arif, kekasih yang sangat ia cintai dan yakini sebagai pasangan hidupnya.

Baca Juga: GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, Film Komedi Absurd yang Bikin Rahang Keram dan Otak Meleleh

Namun, sesampainya di Ningsia, Arif tidak ditemukan. Bahkan setelah mengunjungi kediamannya, Aisyah tidak mendapatkan kejelasan mengenai keberadaan pria itu. Perasaan kecewa mulai menyelimuti Aisyah yang telah menempuh perjalanan jauh.

Usaha pencarian berlanjut ke kampus tempat Arif seharusnya menempuh pendidikan. Namun informasi yang mereka dapat sungguh mengejutkan: Arif sudah tidak terdaftar sebagai mahasiswa selama enam bulan terakhir.

Aisyah merasa bingung dan hancur. Ia bahkan sempat membayar biaya kuliah Arif sebelum keberangkatannya. Ketidakjelasan itu membuat Aisyah mempertanyakan semua keputusan yang telah ia ambil, termasuk keputusannya menjadi mualaf.

Baca Juga: Komang, Perjuangan Cinta di Tengah Perbedaan dan Restu Keluarga

Dalam upaya menemukan Arif, Aisyah dibantu oleh seorang pemuda keturunan Tionghoa-Indonesia bernama Mo. Pertemuan dengan Mo menjadi titik balik dalam perjalanan Aisyah, yang awalnya sekadar ingin menemukan cinta, menjadi pencarian makna hidup dan keimanan.

Langkah demi langkah di padang sunyi Ningsia menjadi pengalaman spiritual yang mendalam bagi Aisyah. Ia menyadari bahwa cinta yang ia kejar ternyata tidak selalu seindah yang dibayangkan. Kehadiran Arif, yang dulu menjadi semangatnya, kini justru menjadi luka yang sulit disembuhkan.

Sementara Mo mulai menunjukkan perhatian dan kasih yang tulus, Aisyah justru harus menghadapi kenyataan baru: Arif tiba-tiba muncul kembali dalam hidupnya. Kehadiran Arif membawa dilema besar yang mengguncang hati Aisyah.

Baca Juga: Perayaan Mati Rasa Tampilkan Konflik Keluarga dan Luka yang Tak Terucap

Kini, Aisyah dihadapkan pada pilihan sulit: tetap bertahan pada cinta lamanya bersama Arif, atau membuka lembaran baru dengan Mo yang telah hadir di saat-saat terburuknya. Perjalanan ini tak ubahnya seperti menonton sinetron malam, penuh emosi dan pertaruhan hati.

Kegalauan Aisyah semakin dalam. Ia mulai mempertanyakan siapa yang sebenarnya pantas mendapatkan cintanya. Perasaannya terombang-ambing antara masa lalu yang menyakitkan dan masa depan yang menjanjikan harapan baru.

Namun, di tengah kebingungan itu, Aisyah menyadari satu hal: waktu adalah bentuk kebaikan Tuhan yang luar biasa. Perjalanan ini membawanya pada pemahaman baru tentang kehilangan, harapan, dan kekuatan hati.

Baca Juga: Sore Istri dari Masa Depan Film yang Tidak Hanya Ditonton tapi Dirasakan

Film ini bukan sekadar lanjutan dari Assalamualaikum Beijing pertama. Kisah dan karakter yang disuguhkan sepenuhnya baru, dengan latar kota Ningsia yang memiliki populasi muslim cukup besar sebagai lokasi syuting utama.

Pemeran utama Yasmin Naer sebagai Aisyah menampilkan emosi mendalam, didukung oleh Baskara Mahendra sebagai Mo dan Emir Mahira sebagai Arif. Aktor pendukung seperti Ria Ricis, Lolok, dan Feri Salim memperkuat dimensi emosional dan spiritual cerita.

Melalui konflik batin Aisyah, film ini mengeksplorasi dilema antara cinta masa lalu dan kemungkinan cinta baru, antara janji dan realita. Kisah ini menjadi cermin bagi banyak orang yang tengah mencari jati diri di tengah badai perasaan.

Baca Juga: Petualangan Jumbo Bocah Pendongeng yang Menemukan Sahabat Hantu dan Keberanian di Atas Panggung

Lebih dari sekadar tontonan, Assalamualaikum Beijing 2 menjadi tuntunan yang mengajarkan arti cinta sejati, keteguhan hati, serta toleransi antarbudaya dan keyakinan. Film ini menyuarakan pentingnya memahami diri dan menghargai perbedaan.

Film ini diproduksi oleh Imperial Picture 786 Production bersama Pilar Film, dan sudah tayang di bioskop pada 19 Juni 2025. Bagi para pencinta drama religi, film ini menjadi sajian yang layak untuk ditonton.

Pertanyaan besar masih menggantung: pada siapa akhirnya hati Aisyah akan dilabuhkan? Temukan jawabannya dalam Assalamualaikum Beijing 2: Los Iningsia yang menyentuh dan menggugah hati.

Baca Juga: Satu Kakak Tujuh Ponakan: Drama Keluarga Penuh Air Mata dengan Visual yang Menggetarkan