PEPO.id — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, terus mendorong penataan kawasan publik yang terintegrasi di Kabupaten Bogor.

Tidak hanya mempercantik ruang terbuka, langkah tersebut juga diarahkan untuk mendukung pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) agar lebih tertib, nyaman, dan memiliki fasilitas usaha yang lebih layak.

Komitmen itu disampaikan Rudy Susmanto saat meninjau langsung progres pembangunan Alun-Alun Kabupaten Bogor bersama jajaran perangkat daerah terkait di Cibinong, Jumat (15/5/2026). Pembangunan kawasan tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2026.

Selain memantau pembangunan alun-alun, Rudy juga melihat perkembangan penataan sejumlah kawasan strategis lain, termasuk area sekitar Masjid Baitul Faizin dan Taman Siliwangi.

Dalam peninjauan itu, Rudy meminta agar pembatas antara Masjid Baitul Faizin dan Taman Siliwangi segera dibuka supaya masyarakat dapat menikmati kawasan tersebut dengan lebih leluasa.

Baca Juga: Optimalisasi Aset Daerah Jadi Fokus, Bupati Bogor Ingin Sayaga Wisata Lebih Produktif

“Taman Siliwangi tersisa satu pagar yang menghubungkan dengan jalan. Kita ingin hari Senin pagarnya sudah mulai dibongkar antara Masjid Baitul Faizin dan Taman Siliwangi jangan ada batasan sehingga masyarakat kapan pun mau masuk bisa masuk,” ujar Rudy Susmanto.

Ia juga menegaskan bahwa penataan kawasan publik harus dibarengi dengan penataan pedagang di sekitarnya. Pemerintah Kabupaten Bogor, kata Rudy, akan menyiapkan tempat berdagang yang lebih representatif bagi para PKL, khususnya pedagang gerobak pikul yang selama ini berjualan di sekitar kawasan tersebut.

“Di sekelilingnya ada pedagang dan harus difasilitasi tempat untuk berdagang di dalam Taman Siliwangi. Mereka yang pakai gerobak pikulan kita sediakan supaya lebih representatif dan PKL-nya naik kelas,” katanya.

Baca Juga: Pemkab Bogor Perkuat Infrastruktur Hijau, Bupati Rudy Susmanto Fokus Lingkungan Asri dan Modern

Menurut Rudy, pembangunan kawasan publik tidak hanya berorientasi pada estetika kota, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat kecil. Karena itu, konsep penataan dilakukan dengan mengintegrasikan ruang publik, kawasan ibadah, hingga area usaha masyarakat agar lebih tertib dan nyaman.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus melakukan pembenahan infrastruktur dan ruang publik secara bertahap sesuai kemampuan daerah. Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan yang lebih modern, ramah masyarakat, dan menjadi pusat aktivitas warga.

“Dengan segala kemampuan yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini, kami akan terus meningkatkan pembangunan yang lebih tertata, nyaman, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandas Rudy Susmanto.***