PEPO.id, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi peluncuran program Quran Time Bogor Bertilawah yang digagas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor.
Program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kebiasaan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan generasi muda.
Peluncuran program tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Sabtu (17/10).
Inisiatif ini menjadi salah satu upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mendorong masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Rudy menilai, gerakan membaca Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
Menurutnya, kecintaan terhadap kitab suci perlu terus ditumbuhkan agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga berharap Quran Time Bogor Bertilawah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjut Rudy, menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan religius di daerah.
Ia berharap program ini dapat menumbuhkan semangat membaca sekaligus mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam keseharian.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, H. Raden Enjat Mujiat, menjelaskan bahwa Quran Time Bogor Bertilawah dirancang sebagai gerakan moral untuk membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an, khususnya di kalangan anak-anak dan Generasi Z.
Menurut Enjat, perkembangan teknologi digital dan tingginya penggunaan media sosial menjadi tantangan tersendiri dalam membiasakan generasi muda membaca kitab suci.
Di tengah perubahan pola aktivitas sehari-hari, diperlukan upaya bersama agar Al-Qur’an tetap mendapat tempat penting dalam kehidupan mereka.
Ia menegaskan, Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai bacaan bagi umat Islam, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang mengandung petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Enjat mengingatkan bahwa kebiasaan mengaji dahulu tumbuh secara alami di lingkungan masyarakat. Anak-anak terbiasa membaca Al-Qur’an di kampung, surau, dan musala. Tradisi tersebut menjadi bagian dari keseharian yang turut membentuk kehidupan keagamaan masyarakat.
Melalui Quran Time Bogor Bertilawah, Kemenag Kabupaten Bogor ingin membangkitkan kembali kebiasaan tersebut agar membaca Al-Qur’an tidak sekadar dilakukan pada waktu-waktu tertentu, melainkan menjadi rutinitas yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menyasar masyarakat luas, Kemenag Kabupaten Bogor juga mendorong penerapan gerakan One Day One Juz bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan instansi tersebut.
Gerakan ini mengajak para ASN membiasakan diri membaca satu juz Al-Qur’an setiap hari. Selain memperkuat kebiasaan membaca kitab suci, inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam membangun kedisiplinan beribadah.
Peluncuran Quran Time Bogor Bertilawah dan penerapan gerakan One Day One Juz diharapkan mampu memperluas budaya membaca Al-Qur’an, baik di lingkungan pemerintahan, lembaga pendidikan, keluarga, maupun masyarakat umum.
Melalui gerakan tersebut, Kabupaten Bogor diharapkan dapat memperkuat kehidupan keagamaan yang tidak hanya bertumpu pada aktivitas membaca, tetapi juga pada pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari.***







