PEPO.id — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan flyover Bojonggede-Kemang (Bomang) ditargetkan memasuki tahap lelang pada Desember 2026.

Proyek tersebut menjadi salah satu infrastruktur strategis yang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mengurai kemacetan di kawasan yang terus berkembang.

Kepastian itu disampaikan Rudy Susmanto usai meninjau kawasan Jalan Bojonggede-Kemang bersama jajaran TNI, pegiat lingkungan, dan perangkat daerah terkait, Jumat (5/6/2026).

Menurut Rudy, pembangunan flyover merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang yang harus disiapkan secara matang agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

Baca Juga: Rudy Susmanto Bangun Model Pembangunan Terintegrasi, Jalan Raya hingga Green House Modern

"Pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara instan. Semua harus dipersiapkan dengan baik sejak jauh hari. Insyaallah apabila tidak ada kendala, pembangunan flyover Bojonggede–Kemang akan mulai dilelang pada Desember 2026," ujar Rudy.

Ia menjelaskan, proyek tersebut tidak hanya bertujuan memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang lebih terintegrasi. Karena itu, pemerintah daerah saat ini tengah menyelesaikan berbagai tahapan persiapan, termasuk aspek teknis dan kebutuhan lahan.

Rudy menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus dirancang secara menyeluruh dan tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap proyek mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat.

Sejalan dengan rencana pembangunan flyover, Pemkab Bogor juga menyiapkan konsep pengembangan kawasan di sepanjang koridor Bomang.

Baca Juga: Menyusuri Akar Sejarah Bogor, Jaro Ade Gelar Napak Tilas Jasinga-Malasari di Momen HJB ke-544

Salah satunya melalui program integrated farming atau pertanian terpadu yang akan memanfaatkan area tertentu sebagai pusat pelatihan budidaya tanaman dan peternakan bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah merancang pembangunan Taman Wisata Edukasi Sampah sebagai sarana pembelajaran pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

"Kami ingin masyarakat memahami bahwa sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik. Karena itu kami merencanakan pembangunan Taman Wisata Edukasi Sampah sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat," kata Rudy.

Di tengah berbagai proyek yang sedang dipersiapkan, Rudy mengakui masih terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor yang membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur, termasuk di Kecamatan Dramaga, Nanggung, dan beberapa kawasan lainnya.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah terus bergerak menyelesaikan berbagai kebutuhan masyarakat secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan fiskal daerah.

"Kami memahami kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang lebih baik. Pemerintah tidak diam. Kami terus bergerak, menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk persoalan lahan yang menjadi bagian dari proses pembangunan," tegasnya.

Rudy berharap pembangunan flyover Bomang nantinya dapat menjadi salah satu solusi penting dalam mendukung mobilitas warga, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bogor.

"Mari kita bersatu padu membangun Kabupaten Bogor. Kita ingin menghadirkan wajah baru Bogor yang lebih baik, yang mampu memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh warga," pungkas Rudy.***