PEPO.id — Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau langsung sejumlah posko pengamanan dan pelayanan arus mudik Lebaran dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026, Rabu (19/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas serta koordinasi petugas gabungan tetap optimal selama periode perjalanan masyarakat.

Didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bogor, rombongan memulai pemantauan dari Pendopo Bupati di Cibinong menuju posko mudik di wilayah timur Kabupaten Bogor, tepatnya di Cileungsi. Di lokasi tersebut, bupati berdialog dengan petugas lintas instansi yang bersiaga mengatur kelancaran lalu lintas dan pelayanan pemudik.

Rangkaian peninjauan berlanjut ke Tugu Pancakarsa serta Pos Polisi Subianto di kawasan Sentul. Titik terakhir yang dikunjungi adalah Posko Terpadu Pos Polisi Hoegeng di Simpang Gadog, jalur strategis yang kerap menjadi simpul kepadatan kendaraan saat musim libur panjang.

Baca Juga: Bupati Bogor Optimistis 24 Ribu Rutilahu Rampung Bertahap hingga 2029, Babakan Madang Jadi Prioritas

Dalam kesempatan itu, Rudy menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan mudik. Ia menyoroti dedikasi petugas dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, Damkar, hingga pengelola jalan tol, yang tetap menjalankan tugas meski momen Lebaran identik dengan kebersamaan keluarga.

Menurutnya, rasa aman yang dirasakan masyarakat selama perjalanan tidak terlepas dari soliditas dan kerja kolektif aparat di lapangan.

Selain aspek pengamanan, pemerintah daerah juga mengecek kelengkapan sarana pendukung di setiap posko. Fasilitas layanan kesehatan, ruang istirahat, hingga pusat pelayanan terpadu dipastikan berfungsi guna memudahkan masyarakat menyampaikan aduan maupun memperoleh bantuan secara cepat.

Baca Juga: Hadiri Silaturahmi Ramadhan, Jaro Ade Puji Soliditas DPD Golkar Kawal Pemerintahan Rudy–Jaro di Bogor

Rudy menilai Kabupaten Bogor memiliki tantangan tersendiri saat periode Lebaran. Selain arus mudik dan arus balik, wilayah ini juga menghadapi lonjakan mobilitas wisatawan yang memanfaatkan masa libur panjang.

Kondisi tersebut membuat pengaturan lalu lintas dan kesiapsiagaan petugas harus dirancang lebih komprehensif agar seluruh pergerakan masyarakat tetap terkendali.***