PEPO.id — Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan pembangunan Flyover Bojonggede–Kemang (Bomang) menjadi salah satu proyek prioritas Pemerintah Kabupaten Bogor pada Tahun Anggaran 2027. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Rudy mengatakan, proyek Flyover Bomang akan masuk dalam daftar sekitar 10 pekerjaan strategis yang diproses melalui mekanisme tender dini pada akhir 2026. Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan dapat segera dimulai setelah APBD 2027 resmi disahkan.
Menurutnya, keberadaan flyover akan memberikan dampak besar terhadap kelancaran mobilitas warga, khususnya di jalur Bojonggede menuju kawasan Tegar Beriman dan sekitarnya.
Baca Juga: Inpres Jalan Daerah Dukung Rekonstruksi Jalan Tegar Beriman, Rudy Susmanto Sampaikan Apresiasi
"Ada sekitar 10 pekerjaan yang akan kita lakukan tender dini pada tahun ini untuk pelaksanaan tahun anggaran 2027," ujar Rudy.
Pemkab Bogor memperkirakan pembangunan Flyover Bomang membutuhkan anggaran sekitar Rp150 miliar. Proyek ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur transportasi yang mampu mendukung aktivitas masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi.
Selain Flyover Bomang, Rudy mengungkapkan pemerintah daerah juga mempersiapkan pembangunan Embarkasi Haji dan Umrah di kawasan Masjid Raya Nurul Wathon, Kompleks Stadion Pakansari.
Bangunan yang dirancang setinggi tujuh lantai dengan konsep menyerupai Zamzam Tower tersebut diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp142 miliar dan akan dibiayai melalui APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027.
Sementara itu, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Arie Fikriansyah, menjelaskan proses tender dini dijadwalkan dimulai pada Desember 2026.
Ia mengatakan setiap proyek harus lebih dahulu memenuhi seluruh persyaratan administrasi, mulai dari dokumen perencanaan, Detail Engineering Design (DED), ketersediaan anggaran, hingga permohonan tender dari perangkat daerah terkait.
"Nanti tender ini dilaksanakan di Desember. Asalkan dinasnya sudah ada permohonan tender, ada anggaran yang sudah dimasukkan di anggaran 2027, dan persyaratan tender sudah lengkap," kata Arie.
Menurut Arie, pengumuman tender wajib dilakukan pada Desember 2026 agar memenuhi ketentuan tender dini. Meski proses pemilihan penyedia dapat dilakukan lebih awal, penandatanganan kontrak baru bisa dilaksanakan setelah APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027 disahkan.
"Berkontraknya setelah anggaran disahkan," ujarnya.***



