PEPO.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta perangkat daerah yang menangani pertanian, perikanan, peternakan, dan ketahanan pangan memperkuat koordinasi dalam menyusun serta menjalankan program kerja 2027. Penyelarasan kegiatan dinilai penting agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Tiga perangkat daerah yang menjadi perhatian adalah Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), Dinas Perikanan dan Peternakan, serta Dinas Ketahanan Pangan. Ketiganya didorong menyelaraskan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan sehingga program yang saling berkaitan dapat berjalan lebih efektif.
Arahan tersebut disampaikan Rudy saat memimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Tahun 2026 dan Rencana Kerja Tahun 2027 Bidang Pertanian dan Perkebunan di kantor Distanhorbun Kabupaten Bogor, Selasa (3/11/2026).
Rudy menekankan bahwa pembangunan sektor pangan membutuhkan kerja bersama ant perangkat daerah. Koordinasi diperlukan agar dukungan pemerintah tidak terpecah dalam kegiatan yang berjalan terpisah, melainkan saling melengkapi sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kita harus berkolaborasi, memastikan program tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Mari kita bangun sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan dengan hati, kerja bersama, serta perencanaan yang matang,” pungkasnya.
Penyelarasan program mencakup produksi hingga pengolahan hasil
Dalam rencana kerja 2027, penguatan sektor pertanian mencakup sejumlah agenda, mulai dari pengembangan sentra buah di desa, optimalisasi lahan pertanian, hingga peningkatan produktivitas petani.
Pemkab Bogor juga merencanakan penerapan konsep one village one product dengan memetakan desa berdasarkan potensi komoditas masing-masing. Mangga, rambutan, dan alpukat menjadi beberapa jenis buah yang dipertimbangkan untuk dikembangkan sebagai unggulan wilayah.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong penguatan komoditas perkebunan seperti kopi robusta. Dukungan bagi petani juga disiapkan melalui penyediaan bibit jeruk lemon dan pala, alat pertanian, serta perlindungan asuransi gagal panen akibat kekeringan.
Di sisi produksi, Distanhorbun diminta memperkuat pendampingan kepada petani. Salah satu upayanya adalah mendorong pengembangan pola tanam baru, termasuk komoditas bawang, serta mengoptimalkan sawah tadah hujan agar dapat berproduksi hingga dua kali dalam setahun.
Pemkab Bogor turut menyiapkan penguatan irigasi dan pembangunan sejumlah fasilitas pengolahan hasil panen, termasuk rice mill atau penggilingan padi. Fasilitas tersebut diharapkan mendekatkan proses pengolahan dengan lokasi produksi sehingga biaya distribusi dapat ditekan dan stabilitas harga pangan lebih terjaga.
Program diarahkan untuk memberi manfaat lebih luas
Koordinasi lintas perangkat daerah juga menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan pemerintah. Dengan penyelarasan lokasi dan jadwal kegiatan, dukungan di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan ketahanan pangan diharapkan dapat saling menunjang.
Rudy sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan sektor pangan harus memiliki orientasi jangka panjang. Salah satunya melalui pengembangan sentra buah yang hasilnya diharapkan dapat dinikmati masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.
“Jangan hanya melihat hasilnya hari ini, tetapi lihat dua sampai tiga tahun ke depan. Kita ingin setiap desa memiliki sentra buah dengan komoditas unggulannya masing-masing. Selain memberikan manfaat lingkungan, hasilnya nanti juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Rudy.
Melalui penyusunan program yang terkoordinasi, Pemkab Bogor berupaya memperkuat sektor pangan sekaligus mendorong kegiatan ekonomi masyarakat. Perencanaan yang matang dan pembagian peran antarperangkat daerah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan agenda pembangunan tahun 2027.***








