PEPO.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto memiliki gagasan untuk menjadikan gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor sebagai pusat edukasi sejarah daerah. Melalui pengembangan tersebut, masyarakat nantinya diharapkan dapat menelusuri perjalanan Kabupaten Bogor dari masa awal berdiri hingga perkembangannya saat ini melalui dokumen dan arsip yang terdokumentasi dengan baik.

Gagasan itu disampaikan Rudy saat memimpin apel pagi sekaligus bersilaturahmi dengan jajaran Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Senin (2/11/2026).

Menurut Rudy, arsip bukan sekadar kumpulan dokumen administratif yang disimpan untuk kepentingan pemerintahan. Lebih dari itu, arsip memiliki nilai penting sebagai sumber informasi yang merekam perjalanan, perkembangan, serta berbagai peristiwa yang membentuk sejarah suatu daerah.

Karena itu, ia ingin Dinas Arsip dan Perpustakaan memiliki fungsi yang lebih luas, yakni menjadi tempat masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai sejarah dan perkembangan Kabupaten Bogor.

“Kalau ingin mengetahui perjalanan Kabupaten Bogor sejak awal berdiri hingga hari ini, ke depan semuanya bisa dipelajari di Dinas Arsip dan Perpustakaan. Gedung ini harus mampu bercerita tentang sejarah dan perjalanan daerah kita,” tambahnya.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Rudy mendorong penghimpunan dan pelestarian berbagai dokumen penting yang berkaitan dengan perjalanan Kabupaten Bogor. Rekam jejak pemerintahan dan perkembangan daerah diharapkan dapat dikelola secara sistematis sehingga tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran.

Ia juga menilai penguatan fungsi kearsipan harus berjalan beriringan dengan modernisasi pengelolaan dokumen. Salah satu agenda yang disiapkan mulai 2027 adalah mempercepat digitalisasi arsip di seluruh perangkat daerah.

“Mulai 2027, kita ingin melakukan transformasi besar di Dinas Arsip dan Perpustakaan. Kita ingin budaya literasi masyarakat meningkat, digitalisasi arsip seluruh perangkat daerah dipercepat, dan dinas ini menjadi pusat informasi serta dokumentasi sejarah Kabupaten Bogor,” ungkap Rudy.

Dalam rencana tersebut, Dinas Arsip dan Perpustakaan diharapkan menjadi leading sector dalam menyusun standar pengelolaan arsip digital bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan sistem yang terintegrasi, dokumen pemerintahan dapat tersimpan lebih tertata, mudah ditelusuri, serta mendukung keterbukaan dan akuntabilitas administrasi.

Selain pelestarian sejarah, Rudy turut mendorong penguatan budaya literasi masyarakat. Program peningkatan minat baca, termasuk gerakan literasi di lingkungan sekolah, perlu dikembangkan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Ia menegaskan, Dinas Arsip dan Perpustakaan harus mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, bukan hanya menjalankan fungsi administratif. Peningkatan kualitas pendidikan, budaya membaca, dan pengelolaan informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan Kabupaten Bogor.

Di sisi kelembagaan, Rudy meminta evaluasi terhadap dukungan fasilitas kerja, penguatan organisasi, serta kesetaraan hak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan dinas tersebut. Ia mengingatkan bahwa setiap perangkat daerah memiliki kontribusi penting sehingga tidak boleh dipandang hanya sebagai pelengkap dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Pembahasan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027 yang tengah berlangsung juga diharapkan menjadi momentum untuk mempersiapkan kebutuhan program dan kebijakan transformasi tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Bogor membutuhkan Dinas Arsip dan Perpustakaan untuk berada di garda terdepan. Saya yakin Bapak dan Ibu memiliki banyak potensi dan ide. Mari kita bergerak bersama, membangun Kabupaten Bogor dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Melalui pengembangan pusat dokumentasi sejarah ini, Rudy berharap Dinas Arsip dan Perpustakaan dapat menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat untuk mengenal identitas daerah, memahami perjalanan pembangunan, sekaligus menjaga warisan sejarah Kabupaten Bogor agar tetap dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.***