PEPO.id - Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan 10 program prioritas pembangunan untuk 2027. Agenda tersebut mencakup percepatan infrastruktur, pemerataan fasilitas pendidikan dan kesehatan, pembukaan pusat pertumbuhan ekonomi baru, hingga penguatan penanganan bencana.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata di berbagai wilayah. Untuk mempercepat pelaksanaannya, sejumlah proyek ditargetkan mengikuti mekanisme lelang dini pada Desember 2026.
Pembahasan program strategis tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Bogor, Cibinong, Selasa (3/11). Selain menyusun agenda pembangunan tahun depan, pertemuan itu menjadi bagian dari pemenuhan Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam proses tersebut, Pemkab Bogor memastikan setiap kegiatan didukung perencanaan yang matang, kelengkapan administrasi, serta kesiapan lahan. Rudy menekankan pentingnya persiapan sejak awal agar pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Salah satu proyek infrastruktur yang masuk perhatian pemerintah daerah adalah pembangunan Flyover Bojonggede-Kemang (Bomang). Pemkab Bogor juga mempersiapkan jalan khusus angkutan barang dan tambang, jalan alternatif Puncak, serta penataan sejumlah kawasan strategis untuk memperbaiki konektivitas antarwilayah.
"Kita ingin memastikan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi berjalan secara terencana, bertahap, dan menjawab kebutuhan seluruh masyarakat," ujar Rudy.
Perluas akses pendidikan dan layanan kesehatan
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah berencana menambah Unit Sekolah Baru (USB), terutama di kecamatan yang masih kekurangan fasilitas belajar. Kecamatan Nanggung dan Sukajaya di wilayah Bogor Barat menjadi beberapa daerah yang mendapat perhatian, dengan rencana pembangunan sekolah untuk jenjang SD maupun SMP.
Upaya pemerataan juga menyasar fasilitas kesehatan. Pemkab Bogor merencanakan revitalisasi sejumlah Puskesmas dengan skala pembangunan besar, termasuk Puskesmas Cibening.
Selain pembenahan bangunan, pemerintah daerah mengkaji peningkatan kapasitas beberapa Puskesmas agar dapat memberikan layanan poliklinik dan rawat inap. Fasilitas tersebut direncanakan didukung dokter spesialis serta ruang perawatan sehingga masyarakat memiliki akses layanan kesehatan yang lebih lengkap.
Dorong pusat ekonomi baru dan kesiapsiagaan bencana
Pemerataan pembangunan ekonomi menjadi agenda lain yang disiapkan untuk 2027. Pemkab Bogor mendorong tumbuhnya pusat-pusat kegiatan ekonomi baru di kawasan Bogor Barat dan Bogor Timur.
Pengembangan tersebut akan ditunjang pembangunan infrastruktur untuk memperlancar konektivitas antarwilayah. Dengan akses yang semakin baik, pemerintah berharap aktivitas ekonomi dan peluang usaha masyarakat dapat berkembang di luar kawasan yang selama ini menjadi pusat pertumbuhan.
Di sisi lain, Pemkab Bogor juga menyiapkan pembangunan Lumbung Sosial di sejumlah kecamatan, terutama daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.
Fasilitas ini akan difungsikan sebagai tempat penyimpanan logistik tanggap darurat. Persediaannya meliputi tenda, kebutuhan pokok, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan khusus bagi ibu hamil.
Rudy menilai ketersediaan logistik harus dipersiapkan sebelum bencana terjadi. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, penanganan warga terdampak diharapkan dapat dilakukan lebih cepat ketika keadaan darurat muncul.
Melalui rangkaian program tersebut, Pemkab Bogor ingin memastikan pembangunan 2027 tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur fisik. Peningkatan akses terhadap pendidikan, kesehatan, kesempatan ekonomi, dan perlindungan masyarakat juga menjadi bagian dari sasaran pembangunan daerah.
"Kita ingin infrastruktur pendidikan dan kesehatan dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan kita bisa terus bertransformasi dan berbenah bersama-sama untuk mewujudkan Bogor ke depan yang lebih baik," pungkasnya.***







