PEPO.id — Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor harus dilakukan melalui proses seleksi yang ketat agar posisi strategis ditempati aparatur sipil negara (ASN) terbaik.
Penegasan itu disampaikan saat memimpin wawancara Tahap II Seleksi Terbuka Jabatan Administrator, Pengawas, dan Ketua Tim di Hotel Horison Cibinong, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut telah memasuki hari keempat pelaksanaan seleksi terbuka yang digelar Pemkab Bogor. Rudy menilai proses ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan langkah penting untuk memperkuat kualitas birokrasi daerah.
“Proses ini bukan hanya untuk mengisi jabatan, tetapi memastikan setiap posisi ditempati talenta terbaik yang memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen menghasilkan kinerja nyata,” ujar Rudy.
Baca Juga: Bupati Bogor Perkuat Sinergi dengan BRIN demi Perikanan Modern dan Berdaya Saing
Menurutnya, mekanisme seleksi terbuka menjadi strategi penting untuk menghadirkan birokrasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
ASN yang terpilih diharapkan mampu menjawab tantangan pemerintahan yang semakin kompleks sekaligus mempercepat peningkatan kualitas layanan publik.
Rudy menekankan bahwa pemerintah daerah membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga semangat pengabdian serta kemampuan membawa perubahan positif di unit kerja masing-masing.
Ia berharap seluruh tahapan seleksi dapat melahirkan pejabat yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat pelayanan kepada masyarakat, dan mendorong percepatan pembangunan daerah.
Baca Juga: Jaro Ade: Hari Koperasi Harus Jadi Momentum Menggerakkan Ekonomi, Bukan Sekadar Seremonial
“Semoga dari proses ini lahir pemimpin-pemimpin terbaik yang mampu memperkuat birokrasi, mempercepat pelayanan publik, serta membawa Kabupaten Bogor menjadi daerah yang semakin maju, unggul, dan istimewa,” katanya.
Seleksi terbuka jabatan administrator, pengawas, dan ketua tim ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Bogor melakukan penataan sumber daya manusia aparatur secara lebih meritokratis.
Pemerintah daerah menargetkan setiap jabatan strategis diisi oleh ASN yang memiliki rekam jejak, kompetensi, dan integritas yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.***



