PEPO.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan solusi konkret untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan wisata Puncak.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengonfirmasi pembukaan jalur alternatif baru sepanjang 7,5 kilometer yang membentang dari Pasir Muncang, Bogor Selatan, melintasi kawasan Eiger, hingga menembus langsung ke Taman Safari Indonesia (TSI).
Pekerjaan fisik rekonstruksi jalur baru tersebut ditargetkan mulai dieksekusi secara intensif pada September 2026.
Langkah ini diambil Pemkab Bogor sebagai strategi akselerasi konektivitas antarwilayah guna memecah konsentrasi arus kendaraan sekaligus menghidupkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Megamendung dan Cisarua.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Umara dan Ulama, Jaro Ade Minta Doa Kiai untuk Kelancaran Program Daerah
“Pada 2026, kami juga sudah mempersiapkan pembangunan jalan alternatif baru mulai dari Pasir Muncang, wilayah Bogor Selatan, sampai Eiger, kemudian dari Eiger hingga Taman Safari Indonesia. Insyaallah pada bulan September kita mulai melakukan rekonstruksi pembangunan jalan sepanjang 7,5 kilometer,” ujar Rudy Susmanto di Cibinong.
Rudy memosisikan pembangunan jaringan jalan sebagai "urat nadi" utama yang menentukan keberhasilan sektor lainnya, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga rantai pasok ekonomi warga lokal. Menurutnya, pembenahan aksesibilitas harus didasarkan pada skala prioritas dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Kalau mau membangun wilayah, urat nadinya harus dibangun terlebih dahulu. Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antar wilayah, sehingga ke depan pemerataan pembangunan dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Utamakan Kesehatan dan Pendidikan, Bupati Bogor Pangkas Belanja Daerah Non-Prioritas
Rudy menggarisbawahi bahwa efisiensi APBD di bawah kepemimpinannya akan difokuskan pada infrastruktur yang fungsional ketimbang proyek estetika semata.
“Tidak mungkin kami membangun tugu di wilayah pinggiran di tengah gunung. Masyarakat di sana tidak membutuhkan tugu, masyarakat membutuhkan jalan, maka kita berikan jalan,” tegas Rudy.
Selain proyek jalur alternatif Puncak, Pemkab Bogor juga merancang beberapa simpul jalan strategis lain. Di antaranya pembukaan jalur Transyogi menuju Desa Sukaresmi di Kecamatan Sukamakmur sepanjang 10 kilometer, serta rencana koneksi Jalan Tegar Beriman dengan Bojonggede-Kemang melalui flyover pada 2027.
Meski sepanjang 2025 lalu Pemkab Bogor telah menuntaskan pembangunan 516 kilometer jalan kabupaten dan desa, Rudy mengakui pengerjaan fisik masih harus dilakukan secara bertahap mengingat luas wilayah yang mencakup 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan.
“Kalau ingin cepat terealisasi, kuncinya satu: ayo kita berkolaborasi bersama-sama,” tandasnya.***



