PEPO.id - Ceritanya, karena adik perempuan saya diberhentikan dari pekerjaannya tahun lalu, saya dan saudara perempuan saya terpaksa mengatur pengeluaran kami. Karena hanya kami berdua, kami menyadari bahwa kami hidup dengan uang sewa yang terlalu sedikit. Akhirnya, sang kakak memutuskan untuk mencari rumah yang bisa digunakan untuk memulai bisnis.
Kami mencari rumah untuk disewa secara online, sayangnya saya tidak dapat membagikan semua foto rumah tersebut karena kami merasa kasihan kepada pemiliknya. Saya hanya ingin bercerita tentang gejolak yang kami alami, apalagi setiap Minggu malam pukul 12 tengah malam.
Aku sudah bilang pada adikku untuk tidak memilih rumah itu, tapi dia bersikeras karena dia mempunyai tanah yang cukup luas di depannya sehingga dia bisa membuka toko. Sejak di-PHK setahun lalu, adiknya berencana membuka usaha, misalnya berjualan nasi goreng. Atas desakan kakakku, aku akhirnya menyetujuinya.
Baca Juga: Destinasi Wisata Hits di Jakarta, Cocok untuk Melepas Penat Usai Aktivitas
Kami akhirnya pindah ke sebuah rumah dan pemiliknya sangat baik. Meski rumahnya sudah tua, kami membersihkannya dan mengecatnya kembali. Sejujurnya saya tidak takut atau tidak percaya dengan hal-hal tersebut, namun rumah ini menyadarkan saya akan keberadaannya. Itu nyata, dapat mengancam kesehatan fisik dan mental Anda, dan bahkan dapat membuat seseorang menjadi gila.
Kami akhirnya mengemasi barang-barang kami, walaupun tidak banyak, hanya sedikit. Karena kami tidak membawa banyak, rumah itu terasa sangat besar, dengan tiga kamar dan hanya kami berdua. Agar lebih berhemat, kakak saya mendatangkan temannya Robbie, yang juga di-PHK karena sistem outsourcing di kantor. Mereka berencana menjual nasi goreng dan berbagai makanan lainnya. Jadi kami berdua dan Robbie mulai tinggal di rumah itu.
Kami membersihkan dan menduduki kamar-kamar kami masing-masing. Saya dan kakak saya memilih kamar...
Yang ada di depan bisa melihat halaman, pohon mangga, dan jalan. Sementara itu, Bang Robby memilih yang dekat dengan dapur, jadi jaraknya tidak terlalu jauh dari kamar saya dan kakak saya. Kami berdua sibuk membersihkan rumah sampai sore, dan kami lupa tentang Bang Robby karena dia tidak terdengar. Kakak saya mengira dia mungkin tidur.
Baca Juga: 15 Tempat Wisata Terbaru di Jakarta, Bikin Liburan Bareng Keluarga Makin Menyenangkan
Sayangnya, ini sudah sore bahkan menjelang magrib, dan seperti yang dulu dilarang oleh orang-orang, tetapi kami tidak terlalu memikirkannya. Sampai akhirnya kami sangat terkejut ketika mendengar teriakan dari Bang Robby, yang paling mengejutkan adalah...
Ada suara seorang perempuan yang tertawa sangat keras di dalam kamar Bang Robby, tawanya sangat mengganggu telinga kami. Saya dan kakak saya segera berlari ke kamar Bang Robby, dia masih berteriak-teriak. Kami mencoba membuka pintu berkali-kali, bahkan kakak saya mencoba mendorong pintu dengan menggunakan baju, tetapi pintu tetap terkunci.
Akhirnya, saya memutuskan untuk membongkar pintu. Saya bersiap-siap, berlari ke pintu, dan sebelum saya mendorongnya, pintu tiba-tiba terbuka. Tidak ada masalah yang terlihat saat Bang Robby keluar. Ini membuat kami merasa sangat frustasi.
Jadi, setelah insiden di kamar Bang Robby, kami tidak lagi membicarakannya. Kami menganggap bahwa setiap rumah memiliki penghuninya sendiri, jadi kami memutuskan untuk menganggap mereka sebagai kenalan. Saya pernah berkata, "Jangan mengganggu kami, kami hanya ingin tinggal."
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Jakarta 2024, Jadi Tempat Favorit Liburan Warga Ibu Kota
Malamnya, kami bertiga mencari makanan di sekitar. Saat kami berjalan di halaman, ada beberapa orang dewasa yang berdiri atau duduk santai sambil membaca koran. Kami menyapanya, dan mereka hanya mengangguk. Namun, kami merasa bahwa pakaian mereka bukan pakaian zaman sekarang.
Kami membeli makanan untuk dibawa pulang, karena kami ingin makan di rumah. Ketika kami tiba di depan rumah, saya tidak melihat tetangga-tetangga kami, mungkin mereka sudah masuk ke dalam. Saya yang membuka pintu, tetapi sebelum saya membuka pintunya, saya mendengar suara seperti anak kecil bermain di dalam.
Kakak saya dan Bang Roby memilih untuk merokok sambil membicarakan rencana mereka. Saya merasa mengantuk dan pergi tidur. Tidak lama setelah saya tidur, kamar saya terasa sangat panas, padahal seharusnya cukup luas dan tidak sesak. Saya berencana untuk menghidupkan kipas angin ketika.
Saya melihat banyak sekali ular di lantai. Saya teriak-teriak dan tidak berani turun dari tempat tidur. Kemudian, dinding kamar saya tiba-tiba berubah warna menjadi merah, seakan-akan ada lampu merah. Saya panik, berteriak meminta pertolongan, tetapi saya tidak tahu apakah kakak saya tuli atau apa, hingga akhirnya saya melihat...
Seseorang yang sedang jongkok di atas lemari dengan wajah yang mengerikan, kemudian dia menatap saya dengan senyuman mengerikan.
Dia tetap diam, lalu perlahan-lahan turun dari atas lemari dan merangkak ke arah saya seperti cicak. Kemudian, dia berada di depan saya, saya sangat takut sehingga saya hanya bisa menutupi diri dengan bantal sambil terus-terusan berteriak memanggil nama kakak saya... Ya Allah, saya masih ingat itu dengan jelas.
Baca Juga: Kisah Horor Diganggu Makhlus Halus hingga Menemukan Sosok Mayat di Loteng
Tiba-tiba, Bang Roby dan Bang Ami datang dan mulai menggoyangkan tubuh saya sambil memanggil nama saya. Saya merasa sangat malu, tapi akhirnya saya mengakui bahwa saya menangis. Namun, Bang Ami dan Bang Roby hanya tertawa melihat saya. Saya marah dan berteriak meminta pindah. Kemudian, Bang Roby bertanya, "Apa sebenarnya yang terjadi?" Saya menjawab bahwa ada demit di rumah ini.
Bang Ami menyarankan saya untuk berwudhu dan membaca Yasin, dan dia mengatakan bahwa kami tidak bisa pindah lagi karena uang untuk menyewa rumah sudah habis, dan yang tersisa hanya uang untuk modal dagang.
Saya masih bersekolah di SMA dan tidak tahu harus mengikuti siapa jika saya tidak bersama dengan abang saya. Baru saat abang saya datang keesokan harinya, ia bisa membuka warungnya. Saya membantu dengan tugas membuat minuman seperti es teh dan minuman lainnya. Warungnya buka dari sore hingga malam karena Bang Roby dan abang saya harus berbelanja di pagi hari.
Kami sudah tinggal di rumah itu selama seminggu, dan banyak yang datang untuk membeli makanan. Pada malam itu, ada banyak pengunjung karena itu malam minggu. Saya sibuk membuat minuman dan tiba-tiba ada pelanggan yang marah pada abang saya, mengatakan bahwa makanan yang dijualnya sudah basi. Abang saya tidak menerima tuduhan itu karena semua bahan masih bagus.
Tidak hanya satu, ada beberapa pelanggan yang mengeluhkan bahwa makanan yang dijual oleh abang saya tiba-tiba menjadi busuk. Ketika abang saya mencoba, ternyata makanan itu benar-benar berbau busuk, dan ketika saya menciumnya, saya muntah. Ternyata semua bahan makanan menjadi busuk, bahkan telurnya.
Pembeli-pembeli pergi tanpa membayar, dan abang saya sangat marah, hingga melemparkan wadah telur yang ada sampai jatuh. Ketika telur jatuh, saya melihat dengan mata kepala sendiri bahwa telur itu busuk dengan ada apa-apa, anak ayam yang tidak berkembang dengan busuk.
Baca Juga: 15 Wisata Terbaik di Jakarta yang Wajib Dikunjungi, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan
Saya tidak ingin berpikir lebih banyak dan sudah lelah, jadi saya hanya merapikan barang-barang sebelum tidur. Sebelum tidur, saya mandi karena tubuh saya bau setelah bekerja. Jam sudah hampir 12 malam. Karena ini adalah bangunan tua, kamar mandinya cukup besar dengan kolam dan toilet dalam satu ruangan. Atapnya tinggi dan ada ventilasi tinggi juga. Awalnya, saya merasa aman, tetapi ketika saya sedang menyabuni diri, saya mendengar seseorang bersiul. Saya pikir itu mungkin abang saya atau Bang Roby.
Saya berhenti dan mulai memegang gagang pintu, tapi suara bersiul itu terdengar aneh. Setelah itu, suara berganti menjadi tawa anak-anak. Saya semakin panik dan mencoba membuka pintu. Saya bingung, melihat ke atas, melihat ke ventilasi, dan akhirnya melihat ke bak mandi, di mana saya melihat sesuatu yang mengambang di permukaannya, seperti gumpalan rambut.
Saya mencoba memastikan apa yang saya lihat, dan benar-benar melihatnya. Saya berjalan perlahan mendekatinya, semakin dekat, semakin aneh, gumpalan itu bergerak. Ketika saya semakin mendekat, saya baru menyadari bahwa itu bukan gumpalan, tetapi kepala seseorang yang tenggelam, hanya mata yang terlihat di atas permukaan, dengan rambutnya mengambang, dan matanya menatap saya.
Juga, mencium aroma makanan, dia pikir ada yang memasak, sehingga dia buru-buru membuka pintu dan ingin bertanya. Ketika pintu terbuka, situasinya sunyi sepi, musik tidak terdengar lagi. Kak Rani pergi ke kamar mandi, kemudian mendengar suara orang sedang berbicara, dia mengira itu adalah Bang Roby.
Baca Juga: Manfaat Kacang Hijau Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mencegah Sembelit
Mereka sedang berbicara dengan Bang Ami, meskipun menggunakan bahasa yang asing bagi Kak Rani, seperti bahasa orang asing yang sedang berbicara. Ketika Kak Rani mencoba mendengarkan lagi melalui pintu kamar mandi, mendadak semuanya menjadi hening. Tidak ada suara setelah itu, kemudian tiba-tiba terdengar suara keras "BRAAAAKKKKK" seakan-akan ada yang menendang pintu kamar mandi.
Keesokan harinya, Kak Rani mengatakan bahwa rumah ini angker, tetapi Bang Roby mengatakan bahwa itu hanya pertanda yang baik. Pendapat Bang Ami berbeda, dia mengatakan, "Jika kamu sudah membayar sewa, uangmu tidak akan kembali." Oleh karena itu, Kak Rani memutuskan untuk tetap tinggal di sana dan memanfaatkan waktu selama dia sudah membayar sewa kepada saudara laki-lakinya.
Beberapa hari kemudian, pemilik kontrakan datang dan bertanya kepada saudara laki-laki Kak Rani apakah dia betah tinggal di sana. Saudara laki-lakinya menjawab bahwa dia betah, tetapi sering terjadi hal-hal aneh di sini, terutama saat berjualan.
Pemilik kontrakan menjelaskan, "Ini adalah rumah tinggal, bukan tempat untuk berdagang. Ini sudah lama menjadi rumah tinggal." Kemudian dia pergi tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Setelah itu, Kak Rani merasa bahwa tempat ini sangat sepi dan tetangga-tetangga seperti tidak ada. Pemilik kontrakan terus memperhatikannya.
Kak Rani menyesal karena berdoa agar saudara laki-lakinya melihat sesuatu. Oleh karena itu, dia menjadi lebih hati-hati saat berbicara. Suatu malam, setelah pulang dari bermain dengan teman-temannya, dia memasuki rumah dan merasa suasana sangat sepi. Sepeda motor Bang Roby tidak ada, dan dia menggunakan sepeda motor Kak Rani, yang berarti mereka sedang berkencan. Ketika dia masuk ke rumah, tidak ada yang menjawab saat dia menyapa.
Dia berpikir saudara laki-lakinya mungkin sudah keluar. Tetapi begitu dia melihat, saudara laki-lakinya duduk di meja makan, diam, memegang garpu, dan melihat ke arah halaman belakang. Kak Rani melihatnya dari belakang, mencoba menyapa lagi, tetapi tidak mendapatkan jawaban.
Kak Rani memanggil-nanggil, menyalakan semua lampu yang mati, memeriksa kamar mandi dan halaman belakang, tetapi tidak ada yang ditemukan. Dia keluar dan melihat bahwa halaman kosong. Ketika dia kembali ke dalam, saudara laki-lakinya ditemukan bersembunyi di bawah meja makan, tampak ketakutan.
Di dekatnya ada sepotong daging yang sudah busuk. Kak Rani juga menemukan bungkusan plastik yang berisi daging busuk yang dibuang oleh saudara laki-lakinya. Bang Roby dan Kak Rani pulang, melihat keadaan saudara laki-lakinya dan merasa prihatin. Mereka duduk di meja makan dan berbicara.
"Jika kita pergi sekarang, di mana kita akan tidur? Kita tidak bisa tinggal di bawah jembatan, itu akan membuat ibu sangat sedih," kata salah satu dari mereka. Sejak saat itu, mereka memutuskan untuk tetap tinggal meskipun merasa seperti sedang diuji. Mereka berharap akan ada hikmah di balik semua ini. Mereka berdoa untuk kebaikan mereka dan berharap semuanya baik-baik saja.
Jadi, mereka masih tinggal di sana dengan semangat dan berharap segala sesuatu akan baik-baik saja. Terima kasih kepada yang telah mendengarkan, dan mereka mendoakan kesehatan bagi semua orang. Kak Rani ingin istirahat sekarang, meskipun dia merasa seperti ada yang mengawasinya saat tidur, matanya selalu fokus ke pojokan kamar.***

