PEPO.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan langkah konkret untuk mengintervensi potensi gejolak harga beras di pasar tradisional.

Melalui peninjauan langsung ke kompleks pergudangan Perum Bulog Dramaga, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi—yang akrab disapa Jaro Ade—memastikan kesiapan alokasi pasokan beras demi mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, Kamis (10/9/2026).

Strategi pemanfaat logistik Bulog Dramaga ini difokuskan untuk mengguyur pasar-pasar utama di wilayah Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Pastikan Stok Beras Aman dan Terjangkau, Wabup Bogor Jaro Ade Sidak Gudang Bulog Dramaga

Langkah ini diambil agar ketimpangan antara pasokan dan tingginya permintaan bahan pokok tidak memicu kenaikan harga secara tajam.

Jaro Ade menegaskan bahwa intervensi pasar tidak cukup hanya dengan mengandalkan data volume stok di atas kertas.

Kehadiran beras Bulog yang terjangkau dan bermutu tinggi di tingkat pedagang menjadi kunci utama pencegahan spekulasi harga.

Baca Juga: Gandeng Kementerian LH, Bupati Rudy Susmanto Kebut Penuntasan Asap Kebakaran TPA Galuga

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan, tetapi juga memastikan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau dapat dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” tegas Jaro Ade saat memeriksa kesiapan pasokan beras di Dramaga.

Dalam upaya menekan fluktuasi harga di rantai distribusi, Pemkab Bogor memperketat pengawasan jalur distribusi beras bersama pihak Bulog dan instansi terkait.

Koordinasi ini memastikan beras program stabilisasi harga mengucur secara tepat sasaran langsung ke tangan konsumen akhir tanpa hambatan spekulan.

Baca Juga: Zona Kabupaten Bogor Bebas Api, Rudy Susmanto Pimpin Pasukan Gabungan Serbu Area Kota di TPA Galuga

“Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat sinergi bersama Bulog dan seluruh pihak terkait dalam menjaga stabilitas pangan, memastikan distribusi berjalan lancar, serta mengantisipasi berbagai kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Lewat intervensi taktis pasokan Bulog Dramaga ini, Pemkab Bogor optimistis gejolak harga kebutuhan pokok di pasaran dapat diredam, sekaligus memberikan jaminan kepastian pangan yang aman bagi seluruh warga.***