PEPO.id,  Sebanyak 130 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto disalurkan kepada pengayuh becak konvensional di Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10/2026).

Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban fisik para pengayuh, terutama mereka yang berusia lanjut, sekaligus membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menerima bantuan tersebut dalam kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Bogor.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas perhatian terhadap masyarakat, khususnya pekerja sektor informal yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan sehari-hari.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bogor, Rudy menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya.

"Semoga bantuan becak listrik ini dapat memberikan manfaat nyata, meringankan beban para pengayuh becak, serta meningkatkan kesejahteraan mereka bersama keluarganya,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, bantuan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar penyediaan sarana transportasi.

Becak listrik diharapkan membantu para pengayuh menjalankan aktivitas ekonomi tanpa harus mengandalkan tenaga fisik sebesar ketika menggunakan becak konvensional.

Ia pun mengingatkan agar seluruh penerima menjaga dan memanfaatkan bantuan sesuai dengan tujuan penyalurannya.

Dengan perawatan yang baik, kendaraan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha para pengayuh becak.

Rudy Sebut Perhatian Pemerintah Pusat Jangkau Berbagai Program

Rudy mengatakan perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Kabupaten Bogor juga terlihat melalui sejumlah program pembangunan dan bantuan sosial lainnya.

Beberapa di antaranya meliputi pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Jasinga, perbaikan infrastruktur jalan, serta bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) yang dilaksanakan pada 2025 dan 2026.

Menurut Rudy, berbagai program tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sinergi diperlukan agar pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata, terutama oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Rudy juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga amanah dari setiap bantuan yang diberikan.

Ia menekankan pentingnya memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi penerima.

Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa penyaluran becak listrik merupakan bagian dari kepedulian Presiden Prabowo terhadap kesejahteraan para pengayuh becak.

Menurut Nanik, program tersebut telah berjalan sejak 2023, sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden RI. Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk membantu para pengayuh memiliki sarana usaha sendiri.

Ia menyebut sekitar 14.000 unit becak listrik telah disalurkan di berbagai wilayah Indonesia sejak program tersebut dimulai.

Ke depan, penyaluran direncanakan terus berlanjut agar semakin banyak pengayuh becak yang memperoleh manfaat.

Nanik juga mengingatkan para penerima untuk merawat kendaraan dan menggunakannya sesuai peruntukan.

Bantuan tersebut tidak boleh dipindahtangankan karena ditujukan untuk mendukung aktivitas ekonomi penerima.

“Bantuan ini diharapkan menjadi aset bagi para pengayuh becak. Mereka tidak lagi harus bergantung pada becak sewaan, sehingga dapat bekerja dengan lebih nyaman dan memiliki kesempatan lebih baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap Nanik.

Dengan penyaluran 130 unit becak listrik di Kabupaten Bogor, para penerima diharapkan memiliki sarana kerja yang lebih memadai untuk menunjang kegiatan mencari nafkah.

Program ini juga diharapkan membantu meringankan beban kerja pengayuh becak sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga mereka.***