PEPO.id - Kisah horor nyata ini menimpa Adit pada tahun 2007. Saat itu Adit dan keluarganya sedang tinggal di rumah baru di pinggiran Bandung.
Rumah tersebut dibangun di atas tanah yang dulunya merupakan rawa dan kemudian diubah menjadi kompleks perumahan besar.
Setiap minggu Adit dan keluarganya mengunjungi rumah tersebut untuk melihat perkembangan pembangunan rumahnya.
Suatu ketika, saat Adit datang menjenguk, ia merasa gelisah menjelang waktu salat Fumr. Setelah melihat rumah barunya, Adit dan keluarga memutuskan untuk pulang kampung ke kawasan Riung Bandung.
Baca Juga: Manfaat Paparan Sinar Matahari Pagi Bagi Tubuh, Salah Satunya Tingkatkan Mood dan Energi
Namun, dalam perjalanan pulang, pembantu mereka, Reni, mengaku seseorang menyodok tangannya, meskipun tidak ada yang melakukan ini padanya saat itu.
Kemudian, tidak jauh dari situ, Reni tiba-tiba mengalami kesurupan. Ini mengejutkan semua orang di dalam mobil.
Meski Adit yang mengemudikan mobil sudah menginjak pedal gas sekuat tenaga, ia tetap merasa mobilnya menjadi sangat berat.
"Reni, apa yang terjadi padamu?" tanya ibu Adit.
Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Puding Coklat, Bisa Kreasikan di Rumah untuk si Kecil Moms
Melihat bahwa Reni semakin gelisah, Adit menyadari bahwa Reni tengah kesurupan. Suaranya menjadi keras dan kekuatannya luar biasa.
Kondisi Reni semakin memburuk, dan kadang-kadang dia ingin keluar dari mobil.
"Reni ingin kembali. Ada yang menunggu Reni," katanya.
Ayah Adit kemudian menghubungi seorang ustaz di kawasan Antapani karena mereka sangat khawatir dengan keadaan Reni. Untungnya, kawasan tersebut tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada saat itu.
Baca Juga: 8 Inspirasi OOTD Rok Mini, Tampilan Terlihat Seksi Namun Tetap Classy
Adit pun membawa mobilnya ke rumah pak ustaz. Setiba di rumah ustaz, Reni mendadak pulih. Adit pun menjelaskan kronologinya pada pak ustaz.
Mendengar ada yang mencolek tangannya, pak ustaz mengatakan jika Reni disukai oleh jin. Tidak cuma satu sosok, tetapi ratusan jin.
Reni kemudian diberi air doa oleh pak uztaz. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan pulang. Namun, kejadian seram kembali terjadi.
Saat tiba di rumah, Reni tertawa dengan mata melotot. Ketika Adit memberikan Al-Qur’an agar dibaca bersama-sama, Reni tertawa makin kencang seperti hantu kuntilanak.
Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Ayam Bumbu Bali, Cita Rasa Manis dan Pedas Menjadi Satu
Adit kemudian menelepon ustaz di sekitar rumahnya dengan harapan agar Reni kembali normal. Namun, ketika ustaz itu datang, Reni tak kunjung membaik.
“Dia disukai ratusan jin,” kata pak ustaz. “Susah untuk mengeluarkannya.”
Menurut pak ustaz, ratusan jin itu mencolek tangan Reni saat Reni melamun. Para jin itu merasukinya dan ingin membawanya pergi.
Memasuki tengah malam, Reni makin memberontak dan melakukan kehendak di luar kuasanya. Sesekali dia berbicara sendiri di kamar dengan keadaan gelap dan masuk ke kamar mandi sambil bernyanyi seram.
“Ren, istigfar, Ren, istigfar” kata bapak Adit.
Baca Juga: Rekomendasi OOTD Rok Plisket Kekinian, Bikin Penampilanmu Terlihat Simpel Namun Stylish
Jam 2 subuh, Reni mulai tersadar dan bertanya-tanya ada apa. Adit menjelaskan semuanya pada Reni. Dia pun kembali melamun dengan keadaan kusut.
Bapak Adit mengingatkan Reni agar dia tidak melamun. Namun, secara tiba-tiba Reni mengatakan kalau dia juga menyukai salah satu jin yang merasukinya.
“Punten, Bapak. Reni hoyong uih. Hoyong pendak sareng kabogoh Reni (Maaf, bapak. Reni ingin pulang. Ingin bertemu pacar Reni),” ujar dia dengan nada sundanya yang kental.
Semua dibuat bingung dengan pernyataan Reni. Adit mengatakan kalau Reni melantur dan memintanya untuk beristigfar.
Baca Juga: Kisah Mistis Pengalaman Seorang Santri Pesantren Mengobrol Dengan Sosok yang Berwujud Temannya
Hari demi hari berlalu dan kondisi Reni makin memburuk. Tidak ada seorang pun yang bisa membuatnya pulih. Hal ini diperparah karena Reni ingin jin yang ditubuhnya jangan pergi.
Suatu waktu, ayah Reni berkunjung untuk melihat kondisi anaknya. Menurut ayahnya, Reni memang sering melamun pasca-ditinggal pacarnya yang meninggal.
Pada akhirnya, Reni dibawa pulang ke Garut oleh ayahnya. Kabar terakhir yang diterima Adit, kondisi Reni belum sepenuhnya pulih.
Tubuhnya makin kurus, rambutnya tidak terurus, suka menyendiri, dan makin sering melamun. Menurut ajengan di kampungnya, jin di dalam tubuh Reni memang sudah tidak sebanyak sebelumnya.
Namun, ajengan tersebut mengatakan bahwa Reni juga menyukai para jin tersebut sehingga membuatnya tidak bisa lepas dari gangguan jin.***

