PEPO.id - Daun korejat, yang tumbuh liar sebagai gulma, ternyata memiliki banyak khasiat sebagai tanaman herbal. Dikenal juga sebagai Ki Tolod atau Isotoma longiflora, tanaman ini telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Secara morfologi, tanaman korejat memiliki daun tunggal dengan bentuk lanset dan ujung yang meruncing. Bunganya memiliki warna putih, sedangkan buahnya berbentuk seperti lonceng dan mengandung banyak biji saat terbuka.
Meski tergolong gulma, tanaman ini mengandung berbagai senyawa aktif seperti alkaloid lobelamin, isotomin, lobelin, serta saponin, polifenol, dan flavonoid. Namun, penting diingat bahwa getahnya bersifat racun dan perlu penanganan hati-hati saat diolah.
Baca Juga: 6 Manfaat Pepaya untuk Kesehatan Tubuh dari Mata hingga Tulang
Manfaat daun korejat sudah diteliti oleh berbagai pihak dan terbukti memiliki khasiat untuk kesehatan. Berikut beberapa manfaat utamanya:
1. Meredakan sakit gigi
Penelitian dari Jurnal Buana Farma menyebutkan bahwa daun Ki Tolod memiliki efek antibakteri, antiradang, dan analgesik. Kombinasi zat dalam tanaman ini dinilai mampu meredakan rasa sakit dan pembengkakan pada kasus sakit gigi.
2. Mempercepat proses pemulihan luka
Daun korejat berpotensi mempercepat penyembuhan luka dengan menghambat perkembangan bakteri pemicu infeksi seperti Staphylococcus aureus. Senyawa antimikroba dalam tanaman ini bekerja seperti antibiotik topikal.
Baca Juga: Waspadai Kanker Mata Melanoma, Bintik Hitam Bisa Jadi Tanda Bahaya
3. Mengobati glaukoma
Penelitian terhadap ekstrak bunga korejat menunjukkan penurunan tekanan bola mata secara signifikan, bahkan efektivitasnya dibandingkan dengan obat tetes seperti prednisolon dan pilokarpin.
4. Berpotensi mengobati kanker
Kandungan flavonoid pada daun korejat menunjukkan aktivitas antitumor. Hasil studi di laboratorium mengindikasikan bahwa senyawa tersebut dapat secara signifikan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
5. Menurunkan kolesterol
Flavonoid dalam daun Ki Tolod diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Ini membuka potensi penggunaan tanaman ini sebagai terapi alternatif untuk hiperlipidemia.
Baca Juga: Kenali Risikonya dan Cara Penggunaan Softlens yang Aman untuk Kesehatan Mata
Daun korejat dapat digunakan dalam berbagai bentuk, mulai dari direbus, ditumbuk, hingga diperas. Bahkan kini tersedia dalam bentuk ekstrak kering yang praktis untuk diseduh sebagai ramuan herbal.
Namun, cara pengolahan sangat memengaruhi efektivitas kandungan antioksidannya. Sebuah studi menunjukkan bahwa perebusan yang terlalu lama bisa menurunkan kadar flavonoid secara signifikan.
Durasi perebusan yang diuji dalam penelitian tersebut meliputi 5, 10, 15, hingga 20 menit. Rebusan dalam durasi terlalu lama terbukti menurunkan aktivitas zat antioksidan dalam daun ini.
Baca Juga: Ancaman Tersembunyi dari Gadget untuk Kesehatan Mata
Oleh karena itu, disarankan untuk merebus daun korejat tidak lebih dari 10 menit agar manfaat senyawa aktifnya tetap terjaga optimal.
Walaupun memiliki banyak khasiat, tanaman ini juga mengandung potensi efek samping yang perlu diwaspadai. Getahnya bersifat iritatif dan bisa menimbulkan reaksi seperti panas, ruam, atau bahkan sesak napas pada individu yang sensitif.
Efek samping juga bisa muncul pada penggunaan topikal, terutama bagi mereka yang memiliki alergi terhadap tanaman tertentu. Timbulnya rasa gatal atau pembengkakan bisa menjadi indikasi reaksi negatif terhadap tanaman ini.
Baca Juga: Mata Lelah? Ketahui Tips Menjaga Kesehaan Mata Berikut! Salah Satunya Menghindari AC
Bagi individu dengan penyakit kronis seperti gangguan ginjal atau hati, penggunaan tanaman korejat sebaiknya berada di bawah pengawasan tenaga medis.

